Rabu, 26 September 2007

Test Psikopat

Ini adalah sebuah test psikologi, untuk mengetes anda apakah anda mempunyai jiwa psikopat atau bukan...

Suatu hari ada sebuah acara pemakaman, yang meninggal adalah satu diantara 3 gadis bersaudara, yakni gadis yang paling tua..
Saat upacara pemakaman berlangsung, si gadis bungsu melihat seorang pemuda tampan nan menawan yang belum pernah ia lihat sebelumnya... Dia langsung jatuh cinta kepada pemuda tampan tersebut, hari hari gadis bungsu selalu dihiasi oleh wajah menawan sang pemuda...
Beberapa hari kemudian si Gadis bungsu membunuh kakaknya

Pertanyaanya :
Apa motif pembunuhan ini ??
"Gadis ini berharap bahwa lelaki idamannya akan muncul lagi di pemakaman kakak perempuannya."

Jika jawabanmu benar, maka kamu berpikir seperti seorang psikopat.

Tes ini dibuat oleh seorang psikolog Amerika yang terkenal. Tes diberikan untuk mengetahui apakah seseorang memiliki mentalitas sebagai seorang pembunuh. Banyak narapidana kasus pembunuhan disuruh menjawab tes ini, dan jawabannya benar.

Jika jawabanmu salah, ini sungguh baik. Jika ada salah satu teman yang betul dalam menjawab, kamu perlu menjauhi orang tersebut.

Hayo siapa yang jawabannya betul?

Selasa, 25 September 2007

apakah Spiderman mengalami obesitas

Minggu, 23 September 2007

Sempurnakan Qiblat Anda

Seberapa tepatkah ketika kita melaksanakan sholat, tepat menghadap Kiblat?.

Sholatlah di Mesjid, tentu akan tepat. Bagaimana kalau sedang sholat di rumah, seberapa tepatkah arah Baitullah dengan rumah kita?

Jawabnya :

“Wah… wah…., butuh peta, butuh teodolit, posisi azimuth bintang, arah Utara, dan sebagainya. Pokoknya hanya orang yang ahli saja deh pada bidangnya yang bisa melakukan hal ini…

Tidak juga. Teknologi jaman kini sudah berbeda. Sekarang, saya tahu persis, bahwa selama ini saya sholat ke arah yang salah (kurang tepat), walaupun tempat tinggal saya hanya berbeda 2 blok dari mesjid. Sekarang saya tahu (meskipun tidak persis) bahwa rumah tinggal saya nyaris sama dengan arah kiblat. Jarak rumah ke kiblat menurut garis lurus (tapi saya belum tahu nih, lurusnya mengikuti arah garis pada bidang ekuipotensial atau nggak, tapi tampaknya mengikuti bidang ekuipotensial). Jarak lurus rumah yang saya tinggali dengan Baitullah adalah 7.917,93 km.

Dan ini saya dapatkan dengan gratis pula dan hanya butuh waktu kurang dari 2 menit untuk melakukannya. Asyikkan!?

Bagaimana caranya?

Gunakan Google Earth (ketik kata ini di gugel, donlot programnya, dan jalankan saja).

Cari lokasi Baitullah di Arab Saudi.
Tandai dimana lokasi rumah tinggal kita.
Gunakan menu ruler dari Google Earth. Klik tempat tinggal kita, lalu geser mouse untuk mencari lokasi Baitullah. Maka garis lurus maya akan dibuat oleh Oom Gugel dan dari garis itu, akan tampak perpotongannya dengan bangunan rumah kita tinggal. Jadi, tahulah kita sekarang berapa jarak rumah tinggal kita dengan Baitullah dan arahnya (mengikuti garis lurus maya yang dibuat).

Kenapa tidak mencoba. Juga mesjid yang akan dibangun atau telah dibangun.

Tentu juga untuk kepentingan apapun juga. Lebar bangunan 5 x 5 meter persegi pun masih tampak di gugel. Untuk mengukur luas bangunan pun, Oom Gugel masih cukup teliti, selisih perhitungan jaraknya bisa ketelitian 0,25-0,5 meteran. Jadi jarak lurus 100 meter akan variasi antara 99,5 - 100,5 meter. Cukup baik.

Kenapa tidak mencoba.

_______________

Link yang saya cantumkan diatas memuat gambar beberapa masjid dan arah kiblatnya. Gambarnya baru ada 4 masjid yaitu Masjid At-Taqwa Kemanggisan, Masjid Al-Azhar, Masjid Istiqlal, Masjid Baitul Ihsan di Bank Indonesia. Kalau ingin menambahkan silahkan ke http://www.qiblalocator.com/ dan cari masjid anda disana, dimulai dari nama kota dan jalan. Semoga bermanfaat.

Sumber : ditulis oleh agorsiloku di/pada November 27th, 2006

Jumat, 14 September 2007

HP Model Terbaru



Kamera ? Mp3 ? 3gp ? kuno ! ini yg terbaru
Hp Sony Ericcson model terbaru, dengan gaya pisau swiss.
Apa anda sudah memiliki

Senin, 10 September 2007

Sifat Kepiting


Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat kepiting. Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang dengki.

Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah.

Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat.

Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus dan lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari. Yang paling menarik dari kebiasaan ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat.

Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri.

Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting.

Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar.

Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turun… dan begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada yang berhasil keluar.

Keesokan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.

Begitu pula dalam kehidupan ini… tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu.

Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita mengalami kesuksesan kita malahan mencurigai, jangan-jangan kesuksesan itu diraih dengan jalan yang nggak bener.

Apalagi di dalam bisnis atau hal lain yang mengandung unsur kompetisi, sifat iri, dengki, atau munafik akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri.

Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang, namun terlebih penting dari itu seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya. Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bisa juga kalah dalam suatu persaingan , namun yang pasti kita menang dalam kehidupan ini.

Pertanda seseorang adalah 'kepiting':

1. Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) yang sudah lampau dan menjadikannya suatu prinsip/pedoman dalam bertindak

2. Banyak mengkritik tapi tidak ada perubahan

3. Hobi membicarakan kelemahan orang lain tapi tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk menarik kepiting-kepiting yang akan keluar dari baskom dan melupakan usaha pelolosan dirinya sendiri. ..Seharusnya kepiting-kepiting itu tolong-menolong keluar dari baskom, namun yah… dibutuhkan jiwa yang besar untuk melakukannya…

Coba renungkan berapa waktu yang Anda pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi pemenang. Dalam kehidupan sosial, bisnis, sekolah, atau agama. Dan gantilah waktu itu untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri Anda menjadi pribadi yang sehat dan sukses.

Betapa pun banyaknya kucing berkelahi, selalu saja banyak anak kucing lahir. (Abraham Lincoln)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites